Press "Enter" to skip to content

Hampir 90 Persen Tahu Dipasaran Mengadung Formalin

berantasnews Bekasi.

Pabrik tahu berformalin bernama NJM yang berlokasi di Jalan Raya Hankam, Gang Sunter RT 04/05, Jati Murni, Pondok Melati, Kota Bekasi milik Siti Maidah (30) yang kini telah diamankan aparat kepolisian Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya, sudah beroperasi sejak tahun 2011 silam.

Kasubdit Indag Ditreskrimsus Polda Metro Jaya, AKBP Agung Marlianto mengatakan pabrik tersebut dapat memproduksi 30 kotak tahu ukuran besar maupun kecil untuk diedarkan di sejumlah swalayan dan pasar tradisional.

“Sejak empat tahun lalu, pelaku sudah mulai membuat tahu dengan campuran formalin sekitar 30 kg tahu per hari. Kemudian dipasarkan tidak hanya di pasar tradisional, tetapi juga di swalayan,” kata AKBP Agung Marlianto di Polda Metro Jaya, Jumat (4/12).

Menurut Agung Marlianto memberikan sedikit tips bagaimana membedakan antara tahu berformalin dan tahu sehat. Tahu berfomalin lebih mengilap, lebih keras, lebih kenyal, dan yang pasti tahan lama. Bedanya, tahu berformalin bisa bertahan sampai 15 hari, sedangkan tahu biasa hanya bisa bertahan dua hari.

Dari keterangan pelaku, Agung menjelaskan cara membuat tahu berformalin. Caranya, bahan kacang kedelai direndam menggunakan air selama dua setengah jam. Setelah direndam kemudian digiling, dimixer, dan ampasnya disaring menjadi santan. Kemudian, santan kedelai direbus sampai matang dan dimasukkan ke dalam tong dan diberi COKO atau pengembang tahu.

“Selanjutnya, dimasukkan air garam yang sudah dilarutkan dan dicampur bubuk formalin sebanyak satu sendok teh, lalu dituang ke dalam tong dan didiamkan hingga menjadi tahu,” ujar Agung.

Agung mengimbau kepada masyarakat agar lebih berhati-hati saat memilih atau membeli tahu di pasaran.
Sementara itu, tersangka Siti Maidah menjelaskan hampir 90 persen tahu yang beredar dipasaran mengadung formalin. “Bahkan dia sendiri mengkonsumsi tahu buatannya dan tidak mati makan tahu mengadung formalin,” bebernya.(B-04)