Press "Enter" to skip to content

TEMU LAPANG PENGEMBANGAN SISTEM AGRIBISNIS MELALUI COOPERATIVE FARMING

berantasnews Kediri.

Kerjasama petani yang berbasis komunikasi interaktif ke arah kemandirian usaha mulai dikembang di pedesaan, khususnya di Kabupaten Kediri. Dinas Pertanian Provinsi Jawa Timur bekerjasama Koramil 16/Papar dan Gapoktan (Gabungan Kelompok Tani) Manunggal Abadi Desa Tanon Kecamatan Papar Kabupaten Kediri, Sabtu 12 Desember 2015.

“Kami dari pihak Koramil (Papar) hanya sebagai konduktor dalam kemandirian usaha para petani yang ada di kecamatan papar, tidak lebih dan tidak kurang, sedangkan moderator pertanian yang sesungguhnya kita serahkan kepada Dinas Pertanian, selaku pelaksana tugas” kata Danramil Papar Kapten Inf Tafsir didepan sekitar 90 pengurus dan anggota Gapoktan Manunggal Abadi di Balai Desa Tanon, yang juga dihadiri perwakilan Dinas Pertanian Kabupaten Kediri dan BPP Pertanian Kecamatan Papar serta Mantri Pertanian Kecamatan Papar.

Harapan menuju usaha mandiri yang cenderung bsinis murni yang modern dan terstruktural, akan lebih menguntungkan dan meningkatkan kesejahteraan petani.

“Saat ini basis komunikasi interaktif petani harus tanpa batas atau sekat-sekat sama sekali, seperti yang sudah dilakukan oleh Kodim atau Koramil di seluruh Indonesia, itu juga merupakan komunikasi interaktif . Demikian juga PPL Pertanian yang ada di desa-desa, karena ada support dari Kodim atau Koramil, bukan berarti mereka tidak berkomunikasi interaktif, justru mereka harus kreatif dalam penyampaian teori dan praktek di lapangan” kata Ir. Soepomo Rahardjo, dari Dinas Pertanian Provinsi Jawa Timur.

Dari penjelasan Dinas Pertanian Provinsi Jawa Timur, Di Indonesia sendiri geliat usaha mandiri pertanian sudah mulai nampak dan muncul di mana-mana termasuk di jawa timur ini, hanya saja tidak sama dengan di luar negeri. Di luar negeri seperti australia, usaha pertanian mutlak menjadi bisnis murni tanpa halangan prosedur yang berbelit-belit atau aturan yang tidak jelas arahnya. Andaikata jawa timur, khususnya di Kediri ini, bisa menjadi bisnis modern pertanian, diyakini kesejahteraan petani pasti akan naik secara signifikan. (B-01)