Press "Enter" to skip to content

Metromini Tambrak Ibu dan Anak di Kembangan

berantasnews Jakarta

Aksi Deny Irawan (36) sopir Metromini 92 Jurusan Grogol-Ciledug B 7309 AJ yang melaju dengan kecepatan tinggi di jalanan, kembali menelan korban Azam Flamboyan (7) tewas dan ibunya Muntiarsih (35) mengalami luka parah. Berulangnya kecelakaan maut yang melibatkan Metromini, merupakan dampak dari carut marutnya pengelolaan bus dari PT Metromini.

Kapolda Metro Jaya Irjen Tito Karnavian mengatakan PT Metromini ‘banci’ berbadan hukum, tetapi dikelolah secara perorangan. Problemnya, standar pengawasan kurang maksimal.

“Perlu langkah-langkah komprehensif untuk mengatasi tansfortasi publik dan kelayakan angkutan umum minimal 6 bulan sekali diperiksa. Disamping itu rekrutmen supir-supir angkutan umum harus mempunyai standar, perlu diterbitkan peraturan gubernur demi keselamatan penumpang,” ujar Kapolda Metro Jaya irjen Tito Karnavian di Polda Metro Jaya, Rabu (16/12).

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Mohammad Iqbal menjelaskan kejadian berawal saat kendaraan Metromini datang dari arah jalan Kembang Kerep menuju Srengseng dengan kecepatan tinggi mengambil lajur kiri.

“Diduga rem blong, Metromini menabrak tiang listrik, lalu menabrak korban yang sedang menunggu angkutan umum di pinggir jalan,” kata Iqbal.
Pengemudi Metromini, Denny Irawan masih menjalani perawatan di RSU Kecamatan Kembangan. Ia mengalami luka berat akibat dihakimi massa.“Saat ini kecelakaan ditangani oleh satuan lalu lintas Polres Metro Jakarta Barat,” ujar Iqbal. (B-05)