Press "Enter" to skip to content

Mentri PUPR Tinjau Pembangunan Jalan Tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu) Selesai Tahun 2019

berantasnews Jabar.

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat  menargetkan pembangunan jalan Tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu) di Jawa Barat, yang memiliki panjang  61,675 km dapat diselesaikan pada akhir 2019. Hal tersebut diungkapkan Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian PUPR Hediyanto W. Husaeni, di lokasi pembangunan di Sumedang (18/12).

Hediyanto mengatakan, jika nanti selesai, maka tol ini akan menghubungkan tiga pusat pertumbuhan ekonomi, Jakarta – Bandung – Cirebon. Tol Cisumdawu didesain untuk lalu lintas harian di atas 20 ribu kendaraan dan dapat menghemat waktu tempuh dari 5-6 jam (via non tol) menjadi satu jam (tol).

“Selama ini yang sudah terhubung dengan jaringan tol adalah Jakarta-Bandung via tol Jakarta-Cikampek-Cipularang dan Jakarta-Cirebon via Jakarta-Cikampek-Palimanan (Cipali),” kata Hediyanto.

Sedangkan, Bandung-Cirebon via Sumedang belum ada jalan tol, sehingga keberadaan jalan tol ini akan menghubungkan kedua daerah strategis itu.

“Apalagi, nantinya di Kertajati, Majalengka juga akan dibangun Bandara Internasional Kertajati Jawa Barat, maka keberadaan tol ini makin strategis,” katanya.

Total investasi Tol Cisumdawu diperkirakan mencapai Rp14 triliun dengan rincian untuk konstruksi Rp12 triliun dan pembebasan lahan Rp2 triliun.
Tol Cisumdawu terdiri dari enam seksi. Seksi I Cileunyi-Rancakalong (12,025 km), Seksi II Rancakalong-Sumedang (17,05 km), Seksi III Sumedang-Cimalaka (3,7 km), Seksi IV Cimalaka-Legok (8,2 km), Seksi V Legok-Ujung Jaya (16,42 km) dan Seksi VI Ujung Jaya-Dawuan (4,23 km).

“Seksi I dan II akan dikerjakan pemerintah dan sisanya investor. Namun, investor nantinya akan mengoperasikan dari Cileunyi,” katanya.

Ia menyebutkan, pembangunan tol tersebut dimulai dari seksi kedua karena pembebasan lahannya paling siap.Ia menambahkan, seksi I dan II ditargetkan selesai akhir 2018, sedangkan seksi lainnya baru akan dilelang pada Januari 2016 dan ditargetkan selesai pada akhir 2019.

“Progres konstruksi seksi I dan II rata-rata sekitar 60 persen dengan pembebasan lahan 40 dan 80 persen dengan total dana terserap sekitar Rp630 miliar,” katanya.

Pemerintah mengebut pengerjaan tol ini dengan memprioritaskan pembangunan seksi 2 ruas Rancakalong-Sumedang sepanjang 17,05 km.

Hediyanto mengatakan, seksi 2 dibagi menjadi 2 fase. Fase pertama sepanjang 6,35 km sementara fase kedua sepanjang 11 km lebih.

“Yang fase pertama ditargetkan selesai pada akhir 2016, dan fase dua pada akhir 2018. Kita sedang cari cara bagaimana agar bisa lebih cepat,” kata Hediyanto.
Hediyanto mengatakan, salah satu alasan pembangunan seksi 2 menjadi prioritas adalah karena tersambungnya ruas ini bakal mengalihkan lalu lintas di Jalan Cadas Pangeran. Jalan Cadas Pangeran di Sumedang dikenal padat dan rawan kecelakaan karena medan jalan yang sulit dan berkelok.

“Seksi kedua di sini ada Cadas Pangeran,” jelasnya. Pembebasan lahan di fase pertama sudah mencapai 93 persen dengan proses konstruksi mencapai 72 persen. Kemudian fase kedua pembebasan lahannya sudah mencapai 80 persen, namun pembangunan fisik belum dimulai.

Untuk seksi II kata Hediyanto bakal dilengkapi beberapa jembatan panjang dan terowongan. Sementara untuk seksi lainnya, yaitu seksi 1, lanjut Hediyanto, pemerintah juga tengah menunggu dana pinjaman dari China. Sedangkan  seksi 3,4,5 dan 6, akan segera dilelang. (PU/B-03)