Press "Enter" to skip to content

Pria yang Gantung Diri di Jembatan Ampera

berantasnews Palembang

Jembatan simbol kota Palembang, yakni Jembatan Ampera kembali menjadi tempat seseorang untuk mengakhiri hidupnya. Itulah yang dilakukan oleh pria paruh baya yang diketahui bernama Rozali, Minggu (27/12/2015).

Bedanya, bila orang yang mencoba hendak bunuh diri di Jembatan Ampera dengan hanya melompat ke arah sungai Musi. Kali ini, pria tersebut menambahkan seutas tali dilehernya.
Tentu saja, dengan seutas tali di lehernya, membuat pria tersebut tak langsung terjun ke sungai musi, melainkan harus tewas dengan cara tergantung di bawah Jembatan Ampera.

Warga yang mengetahui kejadian tersebut sempat membuat jalanan macet, mereka memperlambat bahkan menghentikan kendaraannya untuk melihat kejadian tersebut.
Namun keadaan kembali menjadi normal setelah beberapa anggota polisi dari Polresta Palembang datang dan mengamankan lokasi kejadian.

Polisi yang datang ke lokasi kejadianpun langsung mengevakusi dan membawa pria tersebut ke Rumah Sakit Muhammad Hoesin (RSMH) Palembang.

Penemuan mayat yang Sempat menjadi pertanyaan, siapa pria paruh baya yang nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri tersebut terjawab setelah beberapa saat berada di Rumah Sakit Muhammad Hoesin (RSMH) akhirnya pria tersebut diketahui identitasnya dari salah seorang kerabat korban ‎ Yon (50), yang mendatangi RSMH.

Yon memastikan, jika pria tersebut ialah ‎Rozali, warga yang tinggal di kawasan 26 Ilir Kecamatan Ilir Barat (IB) I.

“Dia ini tinggal bersama kakak perempuannya di Palembang, kelahiran Pemulatan OI. Saya lihat di BBM anak saya, karena saya yakin jadi saya datang untuk mengecek, dan ternyata benar,” ungkapnya.

Sebelumnya proses evakuasi pria paruh baya yang nekat bunuh diri di Jembatan Ampera pun sedikit memakan waktu.

Proses sedikit kesulitan untuk mengangkat jenazah tersebut ke atas.
Polisi khawatir tali yang mengikat leher korban putus, dan menyebabkan jenazah korban jatuh ke sungai musi.

Sekitar lebih dari 30 menit melakukan proses evakuasi akhirnya jenazah tersebut bisa diangkat.
Menurut KA SPKT Polresta Palembang, Bripka Novi Arianto mengatakan, kedatangan mereka ke lokasi penemuan mayat tersebut setelah pihaknya menerima laporan dari masyarakat.

“Setelah berhasil diangkat, kita tidak temukan identitas pada diri korban. Saat ini korban kita bawa ke Rumah Sakit Muhammad Hoesin (RSMH) Palembang untuk dilakukan visum,” tegasnya.

Jenazah yang tergantung di Jembatan Ampera sendiri mempunyai ciri menggunakan baju berwarna abu-abu, celana berwarna hitam, rambut sedikit ikal.‎ (ani)