Press "Enter" to skip to content

Presiden Jokowi Resmikan Gedung Terminal Bandar Udara Komodo

berantasnews, NTT

Presiden Joko Widodo (Jokowi) akhir pekan lalu meresmikan Gedung Terminal Bandar Udara Komodo di Labuan Bajo.

Pengembangan bandara ini menggunakan dana APBN sebagai komitmen pemerintah mendukung percepatan pengembangan perekonomian di NTT, khususnya di Flores.

“Bandara ini bisa menjadi gerbang bagi wisatawan untuk menikmati keindahan pantai dan alam bawah laut Labuhan Bajo, keindahan Danau Kelimutu, menyaksikan Taman Nasional Komodo di Pulau Komodo, Pantai Merah Muda,” kata Presiden

Sukardi mengatakan Jokowi juga berharap peningkatan wisatawan di NTT sebanding dengan tingginya sektor usaha kecil dan menengah dalam memproduksi cendera mata khas daerah itu. “Ekonomi kreatif dalam bentuk cendera mata bisa diperbanyak karena makin banyak wisatawan yang berdatangan. UMKM bisa memanfaatkan pariwisata Komodo yang berkembang.”

 Bandara ini dirintis  Sejak 1975  didirikan dengan hanya berupa airstrip. Kini, Bandara Komodo mempunyai terminal besar dan memiliki runway sepanjang 2.250 meter dan lebar 45 meter. Bandara ini semula hanya bisa didarati pesawat propeller sekelas ATR 72-600. Namun kini segera dapat didarati pesawat jet medium sekelas A-320, B 737-800, dan B 737-900.

Sukardi juga mengatakan, Presiden, berpesan kepada pemerintah daerah terkait untuk menjaga kebersihan gedung terminal. “Agar wisatawan merasa nyaman dan aman datang ke sini,” tuturnya.

Menteri Perhubungan mengatakan bahwa pembangunan fasilitas ini telah dimulai pada 2012 dan diselesaikan pada Tahun Anggaran 2015 dengan total nilai Rp 191,7 miliar untuk pembangunan seluas 9.687 meter persegi.

Terminal baru yang akan mampu meningkatkan pelayanan penumpang dari sebelumnya 150 ribu penumpang per tahun menjadi 1,5 juta penumpang per tahun diharapkan dapat meningkatkan jumlah wisatawan yang datang ke Pulau Flores dan sekitarnya. (BN)