Press "Enter" to skip to content

Solusi Atasi Kemacetan Jakarta Tahun Depan

berantasnews, Jakarta 

Kemacetan di Jakarta masih menjadi persoalan serius yang belum teratasi. Tanpa penanganan tepat, Jakarta akan dihadapkan dengan situasi lalu lintas yang semakin semrawut.

Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Drs. Muhammad Tito Karnavian mengatakan, solusi mengatasi kemacetan Ibu Kota bukan hanya tugas Polisi semata, Pemerintah berperan penting dalam upaya mengatasi kemacetan ini.

“Masalah kemacetan lalin kita masih berusaha keras, tapi ini bukan masalah kepolisian saja, tetapi juga instansi terkait,” kata Irjen Pol Tito Karnavian saat jumpa pers akhir tahun di Polda Metro Jaya, Rabu (30/12/2015).

Kapolda Metro Jaya menyebut, ada beberapa faktor yang menjadi penyebab kemacetan Jakarta. Selain pertumbuhan kendaraan yang terus meningkat setiap tahun, pertumbuhan infrastruktur jalan yang tidak seimbang juga menjadi penyumbang kemacetan.

Nah untuk dua faktor itu pertumbuhan kendaraan dan infrastruktur jalan itu tidak bisa hanya Polisi saja, itu harus dari pemerintah, ujar Kapolda Metro Jaya. Sebagai saran, ada beberapa solusi yang bisa diterapkan untuk mengatasi kemacetan Jakarta di antaranya dengan menekan jumlah kendaraan pribadi. Ini bisa dilakukan bila ketersediaan angkutan masal yang laik dan aman di Jakarta sudah memadai.

Kita harapkan, pertama menekan jumlah angka kendaraan pribadi utamanya dengan memperbaikan sistem transportasi publik misalnya LRT, MRT, Busway dan seterusnya supaya masyarakat beralih ke transportasi publik, Saya kira gebrakan Pak Ahok cukup bagus, jelas Kapolda Metro Jaya.

Untuk mengurangi jumlah kendaraan pribadi, diakui Kapolda Metro Jaya hal ini sangat sulit. Sebab, Pendapatan Asli Daerah (PAD) Pemda DKI terbesar dari pajak kendaraan. Saya pernah mengatakan bahwa tidak mudah untuk menekan atau kebijakan mengurangi jumlah kendaraan pribadi karena pajak DKI dari kendaraan pribadi paling tinggi, tutur Kapolda Metro Jaya.

Ia pun mengusulkan agar PAD Pemda DKI tidak dari kendaraan pribadi. “Saya sampaikan tadi bahwa PAD jangan dari kendaraan pribadi, dampaknya akan semakin macet, Karena akan seperti lingkaran setan,” imbuh Kapolda Metro Jaya.

Permasalahan kedua yakni infrasturktur jalan yang tidak seimbang dengan pertumbuhan kendaraan pribadi. Tetapi hal ini juga cukup rumit karena Pemda DKI harus melakukan pembebasan lahan untuk memperlebar jalan.

Menurut Kapolda Metro Jaya, kendala tersebut bisa diatasi dengan membuat underpass atau jalan layang. Ini problem di Jakarta. Kalau infrastruktur di atas permukaan, lahan sudah terisi semua dan hampir didominasi tanah dimiliki pribadi. Pilihannya tinggal membuat ke atas flyover, atau ke bawah underpass, lanjut Kapolda Metro Jaya.

Kalau membebaskan agak susah, ribut jadinya. Oleh karena itu kita harapkan pemerintah membangun ke atas dan ke bawah, sebut Kapolda Metro Jaya. Di samping kedua faktor tadi, faktor lainnya yang juga tidak kalah penting yakni budaya lalu lintas. Pengendara di Jakarta banyak yang tidak mengindahkan peraturan lalu lintas yang menjadi salah satu penyebab kemacetan.

Masalah budaya lalu lintas tergantung masalah pendidikan dan upaya penindakan oleh kepolisian dan pemerintah. Misal menilang yang parkir di pinggir jalan. Oke lah macet, tapi jangan ditambah (dengan parkir di pinggir jalan). “Ini lah yang membuat kemacetan lalu lintas belum terurai,” kata Kapolda Metro Jaya. (Div Humas PMJ/BN)