Press "Enter" to skip to content

Ajak Warganya Lawan Terorisme, Gubernur Ganjar Pasang Tagar #kamitidaktakut

Jakarta, berantasnews. Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengimbau agar warganya tidak takut meski ada indikasi otak teroris di Jalan MH Thamrin Jakarta, Bahrun Naim, berasal dari Jawa Tengah. Ia pun ikut meramaikan hastag #kamitidaktakut dilengkapi foto dirinya pada akun Instagram ganjar_pranowo.
Pantauan sebagai awak media, Sabtu (16/1/2016), foto yang diunggah Ganjar bergambar dirinya dengan layer tipis bendera merah putih. Ada tulisan di pojok kanan bawah berbunyi “Indonesia Kuat! #kamitidaktakut”. Pada caption foto diberi hastag #Indonesia #terorisme #kamitidaktakut.
Ganjar mengatakan, dukungan berupa hastag #kamitidaktakut juga dibawakan di akun Twitternya. Bahkan dalam foto di Twitter diupload juga kerumunan warga di lokasi dan orang asing yang seperti memanggil temannya menggunakan traffic cone yang dibawa seperti terompet.
“Tadi pagi (kemarin) saya lewat di sana, banyak orang kumpul, wartawan semua kumpul, ada wartawan asing. Itu ada cone dipakai buat terompet. Saya foto buat Twitter. Artinya apa? Orang Indonesia sebenarnya sangat kokoh tidak bisa digoyang,” kata Ganjar Jumat pada tanggal (15/01/2016) malam.
Ia mengimbau kepada warga untuk turut membantu aparat mengantisipasi aksi terorisme yaitu dengan segera melaporkan jika ada warga atau benda mencurigakan. Selain itu masyarakat harus punya benteng dan ideologi negara Pancasila.
“Itu kan seharusnya kita bisa menangkal dari dua hal, satu spiritualitas kita. Umpama yang Muslim, yakinlah, benar tidak itu ajarannya, kita kan punya ajaran, masak ikut-ikut. Yang Nasrani juga punya (ajaran), bener apa tidak seperti itu,” pungkas Ganjar.
“Kedua, ideologi, ya Pancasila itu. Kalau ajarannya mulai menyimpang, menyembelih orang, mosok nembakin orang sak geleme dewe  ning kono (seenaknya sendiri di sana), terus kita masih percaya? Enggak mungkin, lah,” imbuhnya.
Oleh sebab itu, Ganjar mengimbau kepada warga Jawa Tengah agar tidak takut karena aksi terorisme bisa ditangkal mulai dari diri sendiri. Forkompimda Jawa Tengah pun terus melakukan koordinasi karena beberapa tempat menjadi perhatian terkait aksi terorisme.
“Sistem kita berjalan. Beberapa tempat di Jateng jadi perhatian. Diindikasi otak (aksi di MH Thamrin) si Bahrun Naim itu wong Solo, kita perhatikan, Cilacap Nusakambangan, termasuk Lapas Kedungpane Semarang juga. Kita tahu sejak menjelang Natal, sebenarnya pekerjaan dari aparat keamanan kita sudah siap,” terang politikus PDIP itu.
Menurut Ganjar, masyarakat Indonesia juga sudah menunjukkan sikap berani dan bisa dilihat dari sejumlah foto yang tersebar di media sosial. Ia pun sudah membuktikan dan melihat sendiri ketika melintas di lokasi.
“Itu  bukan hanya di meme, yang sebenarnya bisa dilihat orang Indonesia itu luar biasa, wong di sana polisine ndhelik (sembunyi) orang-orang nonton. Ada yang bakar sate malah pada beli. Sebenarnya kita tidak takut ya,” tegasnya.(BN)