Press "Enter" to skip to content

Bengkulu Berpotensi Tempat Teroris Bangun Jaringan

Bengkulu, berantasnews.com
Kota Bengkulu berpotensi menjadi tempat persembunyian teroris. Tak hanya itu, daerah ini juga menjadi tempat teroris membangun jaringan

“Itu karena daerah kita aman,” kata Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kota Bengkulu, Taufiq, Minggu (17/1/2016).

Dikutip dari Antara, Taufiq menambahkan, menjadi daerah aman merupakan harapan pemerintah, namun disisi lain, masyarakat Kota Bengkulu menjadi tidak peka terhadap kelompok maupun jaringan yang mencurigakan.

“Kita berharap masyarakat tidak membiarkan. Melaporkan adanya orang atau kelompok yang mencurigakan,” ujarnya.

Taufik mengakui beberapa bulan yang lalu ada kelompok yang menamakan diri Gerakan Fajar Nusantara atau Gafatar membangun jaringan di Bengkulu.

“Tetapi sudah dua bulan ini kami tidak melihat ada aktivitas,” katanya.

Jumlah pengikut kelompok tersebut bahkan kata Taufik, mencapai ratusan orang. Kelompok tersebut sudah tidak beraktivitas sejak Desember 2015, pengikutnya atau jemaah Gafatar juga tidak terlihat di Kota Bengkulu.

“Kita belum memberikan cap pengajian Gafatar sesat, tetapi jika dari unsur lokasi, kegiatan mereka janggal,” kata Taufik.

Yang membuat Pemerintah Kota Bengkulu intensif mengawasi Gafatar karena mereka menggelar semacam kegiatan pengajian di rumah sewa.

“Kalau memang pengajian sesuai kegiatan keagamaan, ya dilaksanakan di gereja, masjid atau kuil,” ujarnya.

Menilik kejadian Gafatar tersebut, ada juga potensi jaringan teroris bisa berkembang atau membangun jaringan di Kota Bengkulu. Oleh karena itu Kesbangpol setempat meminta masyarakat proaktif mengawasi lingkungan tempat tinggal.

“Kita aktifkan lagi poskamling, jangan sampai kejadian di Jakarta, tragedi Sarinah terjadi di Bengkulu, atau Bengkulu menjadi tempat persembunyian,” tandasnya.(BN)