Press "Enter" to skip to content

Ketua PETA Cirebon : Proyek Gedung IAIN Rp 19 Milyar Diduga Terindikasi Penuh Rekayasa

Kota cirebon – Pembangunan ruang kuliah baru di komplek pendidikan IAIN syekh nur jati kota cirebon senilai, Rp 19.936.240.000 yang anggaranya berasal dari APBN diduga terindikasi penuh dengan rekayasa, disaat wartawan melakukan konfirmasi bersama ketua pemersatu pewarta (PETA) cirebon kepada humas IAIN Arifin (21/07) untuk menanyakan alamat pemenang tender PT.TiTiAN GRAHA UTAMA sebagai perusahan yang melaksanakan pekerjaan tersebut ternyata Arifin selaku HuMAs tidak mengetahui sama sekali alamat perusahaan tersebut, padahal alamat perusahaan seharusnya dicantumkan didalam papan proyek sebagai bentuk transparasi atas penggunaan anggaran yang berasal dari uang rakyat, nampaknya pihak IAIN sebagai penerima manfaat tidak memperdulikan ha ini sehingg muncul kecurigaan bahwa proyek pembangunan rung kuliah baru ini penuh dengan pengkondisian dan rekayasa selain itu arifin menyatakan bahwa lelang dilaksanakan di kementrian pusat jakarta sehingga dirinya kurang mengetahui kalau pelaksanaan proyek tersebut terindikasi rekayasa dan patut dicurigai ada orang dalam yang ikut bermain, ” saya tidak pernah mendengar itu ( orang dalam turut bermain mengkondisikan pemenang lelang,) sampai hari ini (21/7) jelas Arifin di ruang kerjanya., “

keterangan yang diberikan Arifin kepada awak media itu ternayata merupakan suatu kebohongan pertama, seharusnya pihak IAIN dalam hal ini HuMAs mencari keterangan yang lengkap apalagi dengan anggaran yang begitu fantastik, sehingga bilamana ada kejadian di lingkungan wilayah kerjanya Humas lebih tau terlebih dahulu itu fungsinya Humas jangan telat informasi, secara akal sehat mana mungkin proyek Rp19 milyar tuan rumah tidak mengetahui,??? Jelas Syamsudin Elyas selaku ketua ( Peta) cirebon kepada media ini di warung lesehan Gor Bima, di samping itu informasi yang kita dapat, sebenarnya lelang tersebut dilakukan di IAIN itu sendiri dengan ketua pokja Nana Mulyana dengan kasan selaku sekertarisnya , jadi kalau Aripin mengatakan lelang dilakukan langsung Kementrian adalah suatu upaya pembohongan kepada piblik, inilah yang menambah kecurigaan ada apa sebenarnhya dibalik pelelangan proyek yang menelan Rp 19 milyar, Ilyas menambahakan kami akan terus melakukan investigasi secara mendalam sehingga sumber aroma busuknya bisa ditemukan. (man)