Press "Enter" to skip to content

Satpol PP Dan Komisi ll Razia THM, Jalika Komisi I: “Sebut ada Dugaan Kepentingan”

Bekasi – Razia tempat hiburan malam (THM) yang dilakukan Satpol PP Kab. Bekasi bersama Komisi ll DPRD Kab. Bekasi di Kawasan Lippo Kecamatan Cikarang Selatan Rabu (13/09) malam disinyalir ada motif ‘kepentingan’.

Diungkapkan Soni, dirinya merasa aneh dengan razia yang dilakukan Satpol PP karena hanya masuk ke beberapa tempat karauke saja dan tidak lama langsung keluar.

“Satpol PP hanya masuk ke beberapa tempat karauke saja, saya lihat tempat karauke lain tetap saja masih buka, ini kan aneh,” kata Soni warga Cikarang saat ditemui di Pujasera Lippo Cikarang Selatan Rabu (13/09) jam 20.30 malam.

Sementara itu anggota DPRD Kabupaten Bekasi, Jalika mempertanyakan razia yang dilakukan Satpol PP bersama Komisi II, dilokasi tempat hiburan malam (THM) kawasan Lippo Cikarang, Kecamatan Cikarang Selatan.

“Saya menyesalkan razia yang dilakukan anggota Komisi II DPRD di THM, yang saya anggap masih ‘tebang pilih’,” tegasnya.

Harusnya, kata Jalika razia merupakan kewenangan penegak Perda, yakni Satpol PP, bukan kewenangan Komisi II.

“Kalau razia itukan urusan penegak Perda, urusannya Satpol PP. Ada apa dengan Komisi II yang ikutan razia itu? bisa diduga ada kepentingan anggota DPRD dibalik razia yang dilakukan Satpol PP,” cetusnya.

Menurut Jalika, dalam Perda Kepariwisataan sudah jelas isinya pelarangan dan saat ini sudah saatnya penutupan.

“Jadi buat apalagi ada kegiatan razia dan sidak. Harusnya dewan itu yang ikut razia atau sidak malam itu tau dong aturan hukumnya dari Perda itu. Sudah jelas isinya adanya pelarangan, sekarang sudah saatnya ditutup. Lahhh…ngapain lagi turun ke THM pake razia, pake sidak,” tegasnya.

Untuk diketahui, dalam razia ke THM, Satpol PP didampingi Komisi II DPRD Kab. Bekasi, Camat Cikarang Selatan dan sejumlah anggota TNI-Polri.

Anehnya, razia tersebut hanya masuk ke beberapa tempat karauke yang diduga sudah ditunjuk sebelumnya. Sementara tempat karoke lain masih bebas buka tanpa dilakukan razia. (sr)