Press "Enter" to skip to content

HUT Lalu Lintas Bhayangkara Ke 62 di Jajaran Polda Metro Jaya

Jakarta – Dalam rangka memperingati HUT Lalu Lintas Bhayangkara ke-62 yang jatuh pada 22 September 2017 lalu, jajaran Ditlantas Polda Metro Jaya menggelar acara musik di lapangan Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Minggu, (24/9).

Beberapa pejabat utama Polda Metro Jaya nampak hadir dalam acara kali ini, diantaranya Wakapolda Metro Jaya Brigjen Purwadi Arianto, Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Halim Pagarra, dan Dirkrimum Polda Metro Jaya Kombes Nico Afinta.

Selain itu, Pejabat DKI seperti Kadishub DKI Andriansyah, Kasat Pol PP DKI Yani Wahyu, Kadinkes DKI Koesmedi Prihadyo juga hadir.

Dalam sambutannya, Wakapolda Purwadi Arianto menghimbau kepada masyarakat agar mematuhi aturan lalu lintas dan menghormati petugas.

“Di jalan itu ada pengguna kendaraan dan lainnya, ada aturan yang berlaku jadi harus dipatuhi ya,” ujar Purwadi Arianto di Polda Metro Jaya, Minggu (24/9).

Dalam acara musik tersebut diisi beberapa artis Ibu Kota ikut memeriahkan acara seperti Girl Band JKT 48, Ayu Ting Ting, dan Uya Kuya.

Tidak hanya itu, HUT Lalu Lintas Bhayangkara juga dimeriahkan dengan pertunjukan parade motor gede dari jajaran Polwan Polda Metro Jaya dan pertunjukan baris berbaris dari polisi cilik

Menyikapi permasalahan kemacetan di Jakarta, tentunya tidak hanya diselesaikan oleh petugas. Namun, semua lapisan masyarakat turut bertanggungjawab menyelesaikan kemacetan di Ibu Kota.

Selain itu, dalam penghadapai masalah kemacetan harus disikapi dengan tidak mencari kesalahan atau menjelek-jelekan antar lembaga. Melainkan, saling mencari solusi bagaimana mencari jalan keluarnya.

Itulah pesan Kombes Pol Chryshnanda Dwi Laksana yang hari ini, menduduki jabatan barunya sebagai Dirkamsel Korlantas Polri

“Kita bisa mleihat sisi positif dari permasalahan kemacetan.  Berpikir ke depan apa benefitnya. Saya begini, pada konteks sejauh mana kita bisa mendukung. Terpenting kita harus mulai memikirkan solusinya, bukan malah mencari kesalahan,” ujar Dirkamsel Korlantas Polri

Perwira melati tiga ini menjelaskan, lalu lintas merupakan cermin dari budaya masyarakat. Jadi, hal-hal seperti pelanggaran itulah yang memang harus dibenahi. Karena lalu lintas adalah masalah krusial yang memebutuhkan kesadaran untuk tertib berlalu lintas.

“Mari kita bangun lalu lintas dengan kesadaran dan disiplin. Mari budayakan lalu lintas yang sadar akan keselamatan,” ajaknya.

Ia mengaku, pembangunan infrastruktur salah satu solusi mengatasi kemacetan di Ibu Kota. Artinya, pihak terkait melakukan pelebaran ruas jalan dan penambahan jembatan layang.

“Membangun sistem lalu lintas dengan membangun Infrastruktur, kreatifitas, teknologi, dan edukasi. Berpikir rasional bagaimana kita harus membenahi dan membuat terobosan,” tambah pria berbadan gemuk ini.

Namun, itu semua tidak akan berarti jika tidak mendapatkan dukungan dari masyarakat, yang juga menggunakan jalan raya. Ini merupakan tugas lembaga terkait untuk memfungsikan masyarakat.

“Intinya, bagaimana kita memberdayakan masyarakat di Jakarta,” tukasnya. ( Sri )