Press "Enter" to skip to content

Disperindag Akan Menindak Pangkalan LPG Nakal

Tanjab Timur Jambi – Dalam sepekan ini sejak awal bulan puasa, masyarakat mengeluhkan kelangkaan gas LPG subsidi 3kg, dan harga sudah makin naik..Informasi yang dihimpun dari warga di setiap kecamatan bahwa gas LPG sudah makin langka, dan bahkan harga sudah tidak stabil.

Kelangkaan gas tersebut, menurut warga yang enggan menyebut namanya menduga bahwa gas LPG dibagikan kewarung warung oleh pangkalan sehingga warga ketika akan mengambil sudah habis. Pada hal kata sumber dirinya baru dapat informasi pangkalan gas sudah datang dan ternyata saya datang katanya sudah habis, tuturnya kesal.

Sementara kalau di beli diwarung harga sudah beda, ada yang 25.000 bahkan sampai 30.000. Padahal dari pangkalan pemilik warung hanya membeli 18.000, katanya.

Muklis salah satu warga Trimuliyo, mengaku bahwa dia membeli Gas LPG 3kg seharga 27.000, itupun katanya sulit mendapatkannya.

Ditempat terpisah, Butet warga Desa Bangun Karya Kecamatan Rantau Rasau mengaku Gas LPG 3 kerap mendapat kelangkaan, kalaupun ada harganya 26.000 itupun sulit didapat katanya.

Pihak Disperindag Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Awaluddin) Saat dikonfirmasi awak media Sabtu 19/05/2018 via seluler mengatakan “Jika ditemukan pangkalan yang Nakal akan kita berikan sangsi tegas, kemungkinan berupa pengurangan kuota gasnya atau Izinnya dicabut, dan Dinas Perindag Kabupaten Tanjung Jabung Timur agar menyurati pertamina,” jelasnya

Di tambahkannya “Pelanggaran yang dilakukan pangkalan LPG tersebut yang menjual diatas HET ( Harga Eceran Tertinggi ) berdasarkan ketentuan Pergub ( Peraturan Gubernur ) Jambi, dan Perbup ( Peraturan Bupati ) Kabupaten Tanjung Jabung Timur, yang mana harga HET sebesar Rp. 18.000/tabung, jika ada pangkalan yang melakukan penjualan melebihi dari ketentuan yang sudah ditetapkan, kami dari Disperindak akan melakukan tindakan sementara kepada pihak pangkalan yang  menjual dengan harga sebesar Rp. 20.000/tabung untuk gas LPG subsidi 3 Kg,” pungkasnya. (jumi)