Press "Enter" to skip to content

12th Bilateral Meeting, ICA Satukan Tiga Instansi Perkuat Perbatasan

Yogyakarta – (25/7) Direktorat Jenderal Imigrasi (Ditjenim) dan Immigration and Checkpoints Authority (ICA) Singapura adakan pertemuan bilateral tahunan yang kedua belas di Yogyakarta 25-27 Juli 2018. Dalam pertemuan ini delegasi Indonesia dipimpin Direktur Jenderal Imigrasi, Dr. Ronny F. Sompie dan delegasi Singapura dipimpin Commisioner ICA Mr. Clarence Yeo.

Dalam sambutannya Ronny F. Sompie  menyampaikan bahwa penguatan border security dan border protection merupakan hal yang sangat penting bagi kedua negara, terutama karena  yang letaknya berdekatan, sebagai antisipasi kejahatan perbatasan terlebih saat ini permasalahan transnational organized crime semakin berkembang. Terkait hal ini, ICA telah menggabungkan 3 instansi yaitu Customs, Immigration and Quarantine (CIQ) dalam satu wadah bersama sehingga saat ini Singapura memiliki border protection dan border security yang sangat kuat untuk menjaga wilayahnya. “Ini menjadi catatan kami, bahwa dalam pertemuan kedepannya kami akan mengikutsertakan instansi terkait yaitu Bea Cukai dan Karantina karena memang kita masih berdiri sendiri belum dalam konsep border protection dan border security seperti ICA” kata Ronny.

Ditambahkan Ronny, peningkatan pengawasan perbatasan dengan penguatan kapasitas SDM, sarana prasarana dan pertukaran informasi serta pemanfaatan teknologi melalui kerjasama antar dua institusi ini menjadi hal yang harus terus ditingkatkan.
Dalam pertemuan ini, Direktorat Jenderal Imigrasi mengusulkan kegiatan patroli bersama di perbatasan bekerjasama dengan Instansi yg berkompeten dalam melaksanakan kegiatan patroli tersebut di negara masing-masking.
Pertemuan 12th bilateral meeting ini menyepakati beberapa kerjasama krusial antara lain penguatan program benchmarking terkait pelaksanaan fungsi keimigrasian, program pertukaran siswa Poltekim dan Pusat pelatihan ICA, program peningkatan SDM, peningkatan pertandingan persahabatan, implementasi pertukaran manifes penumpang kapal ferry sebelum keberangkatan ke arah masing-masing negara. ( sri )