Press "Enter" to skip to content

Jawara Betawi Bekasi dan Pendekar Silat Asian Games Satu Syuro 1440 H di Al Zaytun

Indramayu – Presepsi positif tentang Bekasi telah bertambah lagi. Ini ditandai dengan keaneka ragaman budaya dan tradisi masyarakatnya yang masih asli  dan pantas dilestarikan. Seperti yang diragakan oleh Pendekar silat, H. Damin Sada. Pasalnya, saat perayaan tahun baru Islam, tokoh Betawi Bekasi itu datang ke Pondok Pesantren untuk memenuhi undangan Panitia Perayaan satu syuro 1440 H di PonPes Al-Zaytun.

Bertempat di Masjid Rahmatan Lil Al-Amin, Indramayu, acara khidmat yang bertema ‘Demokrasi Kerakyatan Gaya Memperkokoh Rantai Persatuan Indonesia’ ini dihadiri civitas akademik, para tokoh undangan dari pejabat pemerintahan baik sipil atau militer, tokoh lintas agama, Islam, Kristen, Katolik, Hindu Budha dan Kong Hu Chu serta para orang tua/ walisantri yang datang dari seluruh pelosok Indonesia, termasuk tamu dari Malaysia dan Singapura. Dan kabar dari panitia, ada sekitar tiga puluh ribu massa yang hadir dalam acara inspirasif tersebut.

Dalam kesempatan yang sama, ada momen unik dan sayang bila tak diabadikan, yakni bertemunya dua pendekar tangguh antara Sugianto, peraih medali emas pencak silat Asian Games 2018 dan H. Damin, pendekar silat Bekasi yang sempat menggegerkan dunia persilatan dengan keberaniannya dan sifat satria membela yang benar.

Keduanya bergaya di depan Hotel Al Islah untuk menginspirasi banyak orang, agar kita lebih berprestasi selaras dalam balutan budaya toleransi dan perdamaian.

H.Damin, bercerita bahwa dirinya pernah sudah tiga kali diajak sahabat karibnya Surya Darma Ali untuk datang, dan bersyukur ia sekarang bisa ke sini.

Seharusnya negara belajar kemandirian kepada Alzaytun, kemandirian pribadi dan kekeluargaan. Kalau kita mampu semua harus mandiri kita ciptakan, jangan malu pemimpin negara ini belajar ke Al-Zaytun. ( red )