Press "Enter" to skip to content

BIN Ungkap Penceramah Radikal

Jakarta – Wawan menuturkan, hasil survei tersebut kemudian didalami lebih lanjut oleh BIN.

“Survei dilakukan oleh P3M NU, yang hasilnya disampaikan kepada BIN sebagai early warning dan ditindaklanjuti dengan pendalaman dan penelitian lanjutan oleh BIN,” kata Wawan, saat ditemui di Pancoran, Jakarta Selatan, Selasa (20/11/2018).
Dikatakan, kategori radikalisme tersebut dilihat dari konten yang dibawakan penceramah di masjid tersebut.
Ia menuturkan, terdapat sekitar 50 penceramah dengan konten yang menjurus radikalisme.
“Jadi, konten ceramahnya yang kita utamakan, karena itu kan setahun sudah ada daftar penceramahnya, kalau masjidnya sih enggak ada yang radikal, tapi penceramahnya,” terang dia.
Wawan menuturkan, keberadaan masjid di lingkungan pemerintah seharusnya steril dari hal-hal yang berbau radikal.
Hal tersebut merupakan salah satu upaya BIN menjaga persatuan di Indonesia. Ke depannya, BIN berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk melakukan pemberdayaan agar tercipta ceramah yang lebih sejuk.
“Hal tersebut adalah upaya BIN untuk memberikan early warning dalam rangka meningkatkan kewaspadaan, tetap menjaga sikap toleran dan menghargai kebhinekaan,” ujar dia.
“Selanjutnya dilakukan pemberdayaan da’i untuk dapat memberikan ceramah yang menyejukkan dan mengkonter paham radikal di masyarakat,” sambung dia. ( sri ).