Press "Enter" to skip to content

Pengamat Sebut Sertifikat Gratis Jokowi Bukan Hoax, Lawan Jangan Ngigau!


Jakarta – Pengamat politik dari Indonesian Public Institute (IPI), Jerry Massie berpendapat bahwa pembagian sertifikat tanah itu bukanlah hoax. Bahkan dirinya mengacungi jempol atas kebijakan Jokowi yang sangat spektakular itu.

“Rakyat mengakui kok kepuasannya. Jika tidak mengakui, itu karena ada faktor like and dislike saja,” katanya dalam diskusi publik yang bertajuk, ‘Rakyat Puas Sertifikat Gratis, Jokowi Sangat Memahami Reforma Agraria’ di kawasan, Cikini, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (25/1/2019).

Jerry menilai jika pihak kompetitor Jokowi yang menarik masalah agraria ke politik adalah keliru besar. Bahkan, ucap peneliti politik dari Amerika ini, ada yang lagi bermimpi sehingga mengigau.

“Ngigau ini, mungkin ada yang lagi mimpi. Bagi-bagi sertifikat itu bukan direkayasa dan hoax. Jangan terlalu di politisasi karena akan menggerus suara petahana di Pilpres 2019. Pesan saya simple jangan baper, berkata jujur saja. Saya yakin meski mulut tidak mengakui, hati mereka pasti mengakui,” ujarnya.

Program ini nyata kata Jerry, dia pun menilai pemberian 5 juta sertipikat 2017 lalu, 7 juta 2018 dan tahun 2019 ini 9 juta merupakan langkah yang spekatakuler dan kongkrit serta layak diapresiasi.

“Di Jawa Barat saja Jokowi tegaskan tahun ini 1,5 juta bisa dituntaskan. Sebelumnya  masih 56 persen yang dibuat. Dari Luas total wilayah Indonesia adalah 7,81 juta km2 yang terdiri dari 2,01 juta km2 daratan,” kata dia.

Pada Desember 2018 lalu katanya, Jokowi membagikan 4000 sertifikat di Bogor serta sebanyak 3.063 sertifikat tanah warga Provinsi Jawa Barat. Ini bukti bukan bohong.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat ini menyerahkan 40.172 sertifikat tanah kepada masyarakat Tangerang Selatan, Banten. Pemberian sertifikat tanah yang kesekian kalinya itu pun mendapatkan antusias dan dipuji oleh publik.

Koordinator Kelompok Orang Waras & Sadar – Pilih Jokowi (KORSA – PJ) Ahmad Ali pun mengkritisi pihak-pihak yang menyinyir kebijakan tersebut. Ali pun menyarankan agar pihak tersebut untuk bangun dari tidurnya. “Bangun tidur dulu, jangan pakai kacamata kuda lah melihatnya, rakyat sangat puas dengan langkah nyata Jokowi dalam pembagian sertifikat tanah. Apa jangan-jangan yang sebut bohong dan nyinyir ini rabun,” terang Ali.

Sementara, Koordinator Institute Agroekologi Indonesia INAgri, Ahmad Yackob mengakui bahwa sosok Jokowi adalah Presiden progresif yang berani bisa mengimplementasikan janji Nawacita. Salah satunya membangun dari pinggiran dan mewujudkan kedaulatan pangan melalui reforma agraria.

“Jika ada yang bilang bohong sertifikat gratis tak perlu diladeni. Itu mengingau dan ngibul,” kata Yackob.

Selain itu, dirinya juga memuji terobosan Jokowi yang ingin mengembalikan track yang lurus seperti reforma agraria dari desa ke desa ini. Ia mengaku tak ingin pembagian sertifikat ini rakyat menjadi candu, sehingga berbeda dengan Bantuan Langsung Tunai (BLT). “Ini kerja produktif dibandingkan BLT. Jokowi lebih memberikan jangka panjang,” tuturnya. ( red )