Press "Enter" to skip to content

Jelang Puasa, Kementan Pastikan Pasokan Bawang Merah Aman

Brebes – Hingga kini, posisi Brebes sebagai sentra terbesar bawang merah masih belum tergoyahkan. Setiap tahun bisa menghasilkan kurang lebih 30 ribu hektare. Bisa dibilang, menanam bawang merah bagi petani Brebes telah menjadi budaya yang menyatu dengan keseharian mereka. Tak sedikit petani Brebes berani memperluas areal tanamnya hingga keluar daerah, di antaranya Indramayu, Cirebon, Majalengka, Tegal, Pemalang, Kendal hingga Demak.

“Tujuannya selain mencari lahan baru, juga untuk mengatur pola tanam. Saat di Brebes panen berkurang, maka daerah – daerah penyangga di luar Brebes seperti Demak, Kendal dan Pemalang justru panen dan mampu mengisi pasokan. Pola ini bagus untuk menjaga agar pasokan dan harga di Jabodetabek aman. Petani biasanya juga dapat harga bagus,” ungkap Direktur Sayuran dan Tanaman Obat, Muh Ismail Wahab saat dihubungi, Sabtu (30/3).

Menurut Ismail, pemerintah ingin pasokan bawang merah ke Jabodetabek tak hanya mengandalkan Brebes saja, “Ada saatnya di Brebes berkurang tanam dan panennya. Di situlah peluang diisi dari luar Brebes. Kita punya kawasan off season yang luas. Selain di Pantura Jawa, juga ada di Pamekasan, Sumenep, Bojonegoro, Malang, Garut, Bandung, Bima, Bantaeng hingga Enrekang. Program APBN juga telah menjangkau ratusan kabupaten/kota seluruh Indonesia. Dampaknya, penanaman meluas dan pasokan bawang merah bisa diisi dari mana – mana, tak hanya Brebes.”

Kasubdit Bawang Merah dan Sayuran Umbi, Muh Agung Sunusi, menyatakan optimistis pasokan bawang merah mencukupi sepanjang tahun. “Saya sudah keliling Demak dan Kendal sejak kemarin. Di Demak ratusan bahkan ribuan hektare bawang merah terhampar luas di Mijen dan Karanganyar. Demikian juga di Kendal, ratusan hektar bawang merah terhampar di Gemuh, Pegandon, Kangkung, Ringinarum dan kecamatan lainnya. Rata – rata ditanam varietas Bima Brebes yang memang disukai pasar Jabodetabek,” kata pria nyentrik yang sering dipanggil Agung tersebut, “Tiap hari ada panen di dua daerah tersebut, mendukung pasokan pasar Jabodetabek, Semarang serta kota – kota besar lainnya.”

Luas areal bawang merah di Kecamatan Mijen dan Karanganyar saat ini mencapai lebih dari 1.600 hektare. Kasnoto, ketua Kelompok Tani Rahayu, Desa Kotakan, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Demak, mengaku hasil panen bulan ini di luar perkiraan.

“Kami menyangka saat sekarang ini masih hujan. Ternyata sudah mulai panas. Hasil panen bagus sekali. Lha kok ndilalah, harganya juga pas bagus – bagusnya. Harga di petani antara Rp 20 – 25 ribu. Beruntung petani bisa panen di bulan – bulan ini,” ujar Kasnoto senang.

Senada dengan Kasnoto, petani sekaligus penangkar benih Kabupaten Kendal, Widayat, memastikan pasokan bawang merah dari daerahnya stabil.

“Insya Allah aman. Terlebih nanti memasuki puasa dan lebaran, pasokan dari Kendal melimpah,” ucap Kasnoto.

Beberapa kecamatan yang panen untuk menyambut puasa dan lebaran Idul Fitri di antaranya Ngampel, Gemuh, Kankung, Cepiring dan Rowosari bisa mencapai 350 hektare. Dirinya merasa senang harga bawang merah membaik, “Petani sebenarnya juga tidak berharap harga melambung tinggi, yang wajar – wajar saja. Kalau bisa stabil, itu yang diinginkan bersama,” pungkasnya. ( dino )