Press "Enter" to skip to content

Polda Banten Cegah Bahaya Paham Radikal di Wilayah Hukum Polres Lebak

Banten – Di hadapan ratusan siswa, siswa, guru, serta jajaran dari Polres Lebak, Polda Banten, dan Mabes Polri. Wakil ketua MUI Lebak, Khudori menjelaskan ciri atau penyebab radikal lainnya, yakni tidak paham terhadap persoalan, kemudian mengambil tindakan.

Sebab radikal itu bisa jadi tidak paham persoalan, kemudian mengambil tindakan. Dalam Alquran sudah jelas, jika datang seseorang membawa kabar, kroscek dulu, tabayun dulu, baca juga belum, lalu share, ungkapnya.

Wakapolres Lebak Kompol Wendi, Andrianto,SIK Saat dikonfirmasi mengatakan:
Untuk mencegah paham radikalisme pada generasi muda, kami mulai dari usia dini, lakukan penyuluhan-penyuluhan dan kami dari Polres merangkul dari seluruh elemen masyarakat terutama TNI, ulama dan para pengajar terutama guru.

Oleh karena itu apa yang telah kami lakukan pendekatan-pendekatan melalui pemahaman-pemahaman saat ini mulai dari para ulama memberikan masukan-masukan, apakah itu negatif dari paham radikalisme.

Potensi memang ada karena di sini ada beberapa tempat dan masyarakatnya juga di bawah garis kemiskinan namun kami telah memerintahkan melalui bhabinkamtibmas untuk menyentuh langsung kepada masyarakat tersebut jadi upaya-upaya memasukkan paham-paham yang negatif bisa dicegah.

kami memberikan pengertian-pengertian juga memberikan sosialisasi kepada masyarakat tentang people power.

Kami memberikan sosialisasi pada masyarakat bagaimana menanggapi tentang isu People power intinya kepada masyarakat terutama masyarakat kota Lebak untuk tetap menjaga persatuan dan kesatuan negara Kesatuan Republik Indonesia.

Kemudian Wakapolres menjelaskan tentang keamanan di bulan Ramadhan. Jadi persiapan untuk keamanan Ramadhan kami lebih fokus ke tempat-tempat ibadah dan kedua adalah tempat wisata, karena untuk wilayah Lebak mempunyai ada sekitar 10 destinasi wisata yang merupakan favorit di Provinsi Banten oleh karena itu kami lebih fokus untuk pengamanan ke tempat-tempat ibadah dan tempat-tempat wisata.

Pengalaman dari tahun kemarin, Kami akan fokus mengamankan tempat wisata. Untuk anggota kita persiapkan sekitar 200 personil. ( sutarno )