Press "Enter" to skip to content

PT Bank Mandiri Tbk Melaporkan Media Online

Jakarta – Merasa dicemarkan, PT Bank Mandiri Tbk melaporkan sebuah media online karena memberitakan berita bohong atau Hoaks. Laporan dilakukan di Direktorat Reserse Kriminal Khusus PMJ.

“Media siber yang kita laporkan terdaftar di dewan pers. Intinya, memberitakan bahwa Bank Mandiri bangkrut karena diserang siber dan mau diambil alih China,” ucap Senior Vice President Corporate Secretary Group Mandiri, Rohan Hafas di Mapolda, Kamis (15/8/2019).

Pemberitaan yang diluncurkan mengatakan, terkait pemberitaan yang menyebutkan adanya kerugian Rp 9 triliun pada Bank Mandiri.

Media online itu juga menyebut kerugian menyebabkan Bank Mandiri mengalami kebangkrutan.

Adapun, pemberitaan online itu berjudul ‘Dijebol Siber Rp 9 Triliun, Bank Mandiri Segera Bangkrut?’

“Isi berita bahwa Bank Mandiri mengalami kerugian akibat serangan cyber sehingga mengakibatkan kerugian Rp 9 triliun. Dampaknya adalah Bank Mandiri akan bangkrut dan diambil oleh China. Itu berita garis besarnya,” kata Rohan .

Menurut Rohan,i pihaknya tidak tahu motif media tersebut memberitakan . Hoaks , tidak ada kerugian dialami (Bank Mandiri) dan tidak ada serangan cyber, tidak ada China yang mengambil Bank Mandiri,”lanjutnya.

Rohan mengatakan, pemberitaan online itu memengaruhi kepercayaan nasabah terhadap Bank Mandiri.

Pasalnya, Bank Mandiri adalah salah satu bank terbesar di Indonesia yang memiliki lebih dari 30 juta nasabah.

“(Kerugian) berupa kepercayaan masyarakat. Kepercayaan masyarakat paling penting dari industri perbankan karena dengan kepercayaan itulah orang menabung di sebuah bank. Mereka (nasabah) juga bertanya apakah (pemberitaan) itu benar atau enggak,” ujar Rohan.

Dikonfirmasi terpisah, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono membenarkan adanya laporan yang dibuat pihak Bank Mandiri.

Saat ini, pihaknya tengah menyelidiki kasus tersebut dengan memeriksa saksi pelapor, saksi ahli, dan barang bukti

“Sudah kita terima laporannya dan kita lakukan penyelidikan. Nanti kita klarifikasi terlapor seperti apa dan saksi-saksi yang lain beserta barang bukti,” ujar Argo. ( sri )

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan