Press "Enter" to skip to content

Mabes Polri dan Jajaran Mengungkap Teroris Jaringan JAD

Jakarta – Bertempat di Humas Mabes Polri, Jl Truno joyo kebayoran baru Jakarta Selatan Senin 26 Agustus 2019.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Dedi Prasetyo yang didampingi Yusri Yunus dan Alfian Saat dikonfirmasi mengatakan:

Polri telah melakukan penangkapan teroris jaringan JAD di beberapa daerah, jawa Timur, Lamongan, Madura, kegiatan ini menindaklanjuti penangkapa beberapa jaringan JAD sebelumnya,

Yang termasuk diantaranya dampak daripada penyerangan di polsek Ponorogo, yang pertama dilakukan penangkapan pada Hari kamis 22 Agustus 2019 atas nama HS Adam alias Abu Sulfar .

Sulfar Ini ditangkap di dusun Batu klengger,desa bira tengah, kecamatan sukobana kabupaten Sampang jawa Timur.

Keterlibatan Hs alIas Abu Sulfar yang pertama yang bersangkutan sebagai Amid JAD Madura Dan Kordinator bidang bisbah,

Kemudian yang kedua kerterlibatan yang bersangkutan pada tahun 2014, di desa sangkaling Malang Jawa Timur bersama Samsul arifin alias alhumar yang ditangkap pada tanggal 14 Mei 2019.

Kemudian Sutrisno alias pa
Tris, yang sudah ditangkap tahun 17 Mei 2018, Serta Nurkolis dan ditangkap pada tanggal 17 Mei 2016, Mentornya Abdu fida alias Afgan, yang bersangkutan ditangkap terlebih dahulu tgl 18 Pebuari 2019 di Ambon.

Kemudian pada tanggal 7
2015 yang bersangkutan melakukan daulah di daerah malang jawa Timur,

Dan kelompok Teroris juga melakukan Merampok toko emas
Untuk emasnya yang berhasil disita , ada beberapa yang disampaikan aparat. 3 buah gelang emas, 5 buah cincin emas, dan uang tunai 10 juta. Itu dari hasil perampokan di toko emas.

Kelompok teroris ini kan terstruktur, bisa melakukan pola serangan cukup banyak. Supaya bisa mencari pengantin untuk suicide bomber, lonewolf, juga serangan lainnya. Barbuk kan cukup banyak. Barbuk sebagian besar untuk merakit bom. Benda cair masih diteliti di labfor TATP atau unsur kimia lainnya.

beberapa orang itu sangat terkait erat dengan bom Surabaya. minimal mengetahui proses perencanaan bom Surabaya, baik yang di tempat ibadah maupun serangan polrestabes Surabaya.

Itu desain mereka, cukup matang. Mereka melibatkan keluarga lho ini, bukan suicide bomber atau pengantin aja lho. Jadi keterlibatan kelompok ini akan terus didalami Densus 88. Ini tidak berhenti di sini, kita masih terus melakukan preventive strike untuk memitigasi maksimal.

Udah mulai beragam nih JAD nya, ada JAD Jateng, Jatim, Kalbar, Kalsel, Kalteng sudah kita tangkap. Komunikasi jejaring ini secara terstruktur mereka memiliki komunikasi.

Ada terduga teroris yang diamankan sama anak-istri itu, Sama kayak kejadian di Kalteng, Palangkaraya, Gunung Mas nanti akan dibawa, diassessment sejauh mana tingkat keterpaparannya ybs. Nanti tetap akan dilindungi dan mengikuti deradikalisasi. ( Sutarno )