Hadapi Momen “Time to Buy”, Pengembang Harus Pasang Strategi Terbaru

Jakarta, berantasnews.com Tak hanya konsumen yang mesti jeli menghadapi momentum time to buy properti pada tahun ini. Pengembang juga mesti memerhatikan beberapa hal sebelum menjual produknya ke pasar. Tahun 2014 dan 2015 telah dianggap sebagai tahun perlambatan bisnis properti. Hal itu terjadi juga akibat asumsi para pengembang yang yakin tingginya permintaan pada 2013 akan terbawa pada 2014.

“Asumsi mereka lantas meleset dan di tengah jalan tiba-tiba berubah ke market oriented dan penyediaan jangka pembayaran yang panjang,” kata Managing Director Synthesis Square, Julius Warouw.

Asumsi yang jauh dari ekspektasi itu membuat posisi tawar pengembang lemah. Sejalan dengan hal tersebut, banyak proyek baru ditawarkan tanpa ada penjualan signifikan. Karena itu, Julius menyarankan kepada para pengembang untuk menerapkan strategi-strategi terbaru dan menghindari asumsi agar kejadian 2 tahun ke belakang tidak terjadi lagi.

Menurut Julius, strategi pertama adalah pengembang harus memiliki bisnis model baru yang lebih mengedepankan permintaan pasar ketimbang hanya memanfaatkan kesempatan. Kedua, pengembang mesti segera move on dari tahun-tahun sebelumnya. “Pengembang nggak boleh terjebak euforia. Pengalaman berbicara kalo tiap tahunnya perilaku pembeli itu berbeda dan nggak pernah bisa jadi acuan buat pasar pada tahun berikutnya,” ucap Julius.

Terakhir, Julius mengimbau pengembang untuk menciptakan proyek properti yang memiliki keunikan sehingga memberi nilai lebih bagi masyarakat. Upaya itu misalnya dicerminkan dari tambahan fasilitas, unit yang tidak terlalu banyak, dan lokasi serta aksesnya yang mudah dijangkau. (BN)

CATEGORIES
Share This

COMMENTS