Jalin Komunikasi dengan Ormas Islam, Strategi Institute: Itu Kebiasan yang Harus Terjaga

Jalin Komunikasi dengan Ormas Islam, Strategi Institute: Itu Kebiasan yang Harus Terjaga

BN – Dalam kurun waktu kurang dari seminggu, Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) Jendral Pol. Listyo Sigit Prabowo mengunjungi dua Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) Islam terbesar di Indonesia.

Kunjungan dimulai ke kantor Pengurus Besar Nadhatul Ulama (PB NU) di Jakarta pada Kamis (28/1/2021), sehari setelahnya Kapolri baru itu mengunjungi Pengurus Pusat (PP) Muhammadiyah di Jakarta. Sabtu (30/1/2021) Sigit bertemu dengan Ketua Umum Rabhitah Alawiyah.

Berkunjung ke ormas keagamaan serta bersilahturahmi dengan para toko agama bukan hal yang baru bagi Sigit. Itu telah dilakukan sejak dirinya menjabat sebagai pucuk komando kepolsian di tingkat kabupaten/kota (polrest).

Menurut Direktur Eksekutif Strategi Institute, Anthony Danar silahturahmi dengan ormas keagamaan serta para tokoh agama adalah kebiasaan yang harus tetap dijaga oleh Kapolri yang belum genap seminggu dilantik.

“kegiatan-kegiatan seperti itu (berkunjung ke ormas Islam dan Ulama), bukan hal baru bagi Pak Sigit ya, dan hal-hal itu harus tetap dijaga oleh Beliau. Komunikasi yang telah terjalin antara Polri dengan ormas serta para tokoh agama seperti Ulama, harus dijaga dan ditingkatkan,” ujar Anthony kepada awak media, Sabtu (30/1/2021).

Lebih lanjut Anthony mengatakan menjalin serta meningkatkan komunikasi itu perlu, terutama dalam upaya untuk melaksanakan secara maksimal program kerja dengan tema PRESISI yang digagas oleh Sigit.

“peningkatan komunikasi dengan ormas-ormas secara umum, bisa mendukung upaya untuk menghadirkan transformasi kepolisian yang PRESISI, yaitu upaya untuk menghadirkan pendekatan pemolisian yang lebih prediktif, serta sebagai upaya untuk menjamin kemanan dalam rangka mendukung pembangunan nasional,” jelasnya.

Selain itu, menurut mantan Aktivis Reformasi 98 itu jalinan komunikasi antara Polri dengan ormas membuka ruang diskusi sehingga meminimalisir miskomunikasi atau salah paham antara aparat penegak hukum dengan masyarakat. ( red )

CATEGORIES
TAGS
Share This