Telisik Fakta Dibalik Pembongkaran Makam Dugaan Korban KDRT

BN, Kediri -TPU Desa Klampisan Kecamatan Kandangan Kabupaten Kediri siang ini, dipenuhi warga yang ingin menyaksikan secara langsung pembongkaran makam (almh) Dwi Susilowati (36 thn) warga RT 03 RW 02 Dusun Gedangan Desa Klampisan. Pembongkaran tersebut dilakukan otoritas Polres Kediri untuk menindaklanjuti berbagai laporan dari pihak keluarga yang merasa ada kejanggalan sebab akibat meninggalnya (almh) Dwi Susilowati, rabu (31/08/2016).

20160831_151409

Menurut Danramil Kandangan, Kapten Czi Kustoyo, dugaan sebab akibat meninggalnya Dwi Susilowati dari pihak keluarga mengarah pada suaminya sendiri, yaitu Prasetyono (42 thn), berdasarkan informasi dari tetangga yang mengetahui terjadi kemelut didalam rumah tangga Dwi Susilowati, dan pihak keluarga meminta dilakukannya otopsi untuk mengetahui kebenaran dari kejadian yang dianggap berujung maut tersebut. Berdasarkan pengakuan dari Prasetyono, dirinya membantah bila kematian istrinya dikait-kaitkan dengan korban KDRT (kekerasan dalam rumah tangga) yang dilakukannya, dan ia menyatakan bahwa istrinya meninggal karena sakit yang sudah lama menggerogoti tubuhnya.

20160831_154355

Dari keterangan Serda Agus Suprayogi (Babinsa Desa Klampisan), berdasarkan informasi tetangga sekitarnya, pada hari minggu tanggal 21 Agustus 2016, sekitar jam 8 malam, Dwi Susilowati sempat perang mulut dengan suaminya ,Prasetyono (42 thn) di dalam rumahnya, bahkan tetangga terdekat sempat mendengar suara seperti piring atau gelas yang pecah dan suara pintu atau meja yang digebrak. Selang 20 menit kemudian, tetangganya yang bernama Jamad, mendatangi rumah Dwi Susilowati, dengan tujuan untuk mendamaikan situasi yang dianggap berisik dan mengganggu tetangga sekitar, tetapi justru sebaliknya, jamad menemui Dwi Susilowati sudah dalam keadaan pingsan atau tidak sadarkan diri, dan beberapa saat kemudian ,Dwi Susilowati dinyatakan meninggal dunia dan dimakamkan esok harinya, atau tepatnya hari senin tanggal 22 Agustus silam, di TPU Desa Klampisan.

Menurut Kapolsek kandangan, AKP Eko Sanusi, pihak Polres Kediri akan membuktikan kebenaran informasi dari pihak keluarga Dwi Susilowati dalam waktu dekat atau secepat mungkin ,berdasarkan hasil otopsi yang dilakukan hari ini.Untuk kelancaran pembongkaran makam tersebut, Polres Kediri menurunkan 1 peleton Satreskrim dan 1 peleton Sabhara, guna mengantisipasi hal-hal yang tidak terduga yang akan mengganggu proses otopsi mayat tersebut.

Pembongkaran mayat tersebut juga diikuti dr.Linda Handoyo dari Puskesmas Kecamatan Kandangan, 1 Tim DokPol Polres Kediri, 1 Tim PPA Polres Kediri, dan 1 Tim identifikasi Polres Kediri.

CATEGORIES
Share This