Cagar Alam Lutung Jawa Muara Gembong, Butuh Perhatian Pemerintah

Cagar Alam Lutung Jawa Muara Gembong, Butuh Perhatian Pemerintah

Kab.Bekasi – Cagar alam dengan satwa langka di dalamnya yang berada di Kecamatan Muara Gembong, Kabupaten Bekasi Jawa Barat, butuh perhatian dari Pemerintah daerah dan Pemerintah Pusat dalam hal Pariwisata.

Cagar Alam Muara Gembong tersebut jarang sekali dikunjungi banyak orang, karena sangat jauh. Padahal destinasi wisata ini memiliki potensi PAD yang sangat besar. Menurut Sekertaris Desa (Sekdes) Pantai Bahagia, Muara Gembong Kabupaten Bekasi, Ahmad Qurtubi yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), mengungkapkan, Desa Pantai Bahagia memiliki Cagar Alam Hutan Mangrove seluas 18 hektar.

Kawasan tersebut Adalah tempat singgah dan hidup hewan-hewan yang terancam punah keberadaannya. Penyebabnya karena adanya perburuan dan penebangan hutan Mangrove yang merupakan rumah mereka. Yang mana lahan tersebut telah dijadikan untuk tambak ikan.

“Mereka harus bertahan hidup dikawasan yang sempit, padahal luas areal yang dibutuhkan dalam kelompok kecil Lutung Jawa antara 7 sampai dengan 8 ekor dalam tiap kelompoknya. Ini sudah over kapasitas 50 ekor lutung Jawa tersedia hanya 8 hektar,” ungkapnya.

Selain lutung jawa, Ahmad menyebutkan, juga terdapat hewan Primata lainnya seperti monyet ekor panjang dan ada juga jenis burung yang langka dan dilindungi yang ada dikawasan muasal Sungai Citarum. Yaitu, burung Bangau Luwuk, Burung Elang, Burung Cangak dan Burung Kuntul.

“Hewan Lutung Jawa bukan hewan endemik karena ada juga di tempat lain di kawasan Muara Sungai Citarum yang juga bisa kita jumpai. Selain jenis hewan melata dengan ukuran raksasa yaitu biawak yang bisa mencapai 2 meter,” ucapnya.

Sementara itu, Mahmud Iskandar selaku Dirut BumDes Desa Pantai Bahagia dan juga pengurus Wisata Lutung Jawa, mengungkapkan. Jembatan yang ada di tempat wisata itu sudah cukup lama dan rapuh termakan usia.

“Lalu kami perbaiki kembali jembatan tersebut, sepanjang 150 meter dari total pekerjaanya. Seperti yang saat ini dikerjakan baru berjalan 94 meter yang terbuat dari anyaman bambu,” katanya.

Ia berharap, kedepan ada bantuan, baik dari Pemerintah Kabupaten Bekasi, Provinsi maupun Pusat yang membidangi hal pariwisata ini.

“Jangan cuma ditinjau,dilihat dan dijadikan sebuah tontonan sebagai hiburan. Mari kita buka pintu hati kita bersama untuk menjaga dan merawat Cagar Alam Wisata Lutung Jawa agar tidak punah dan dapat dilihat oleh generasi mendatang,” pungkasnya.( red )

CATEGORIES
TAGS
Share This