Release Ahir Tahun  2019  Polda Metro Jaya  Ungkap Kasus Narkoba Seberat 1 Ton

Release Ahir Tahun  2019  Polda Metro Jaya  Ungkap Kasus Narkoba Seberat 1 Ton

Jakarta – POLDA METRO  JAYA Release seoanjang tahun 2019 dan berhasil mengungkap kasus menonjol yaitu Narkoba seberat satu ton.

Jumpa pers akhir tahun merupakan salah satu wujud dari akuntabilitas publik (public accountability) tentang pelaksanaan tugas yang dilakukan Polda Metro Jaya selama kurun waktu 1 (satu) tahun dalam upaya mewujudkan situasi kamtibmas yang kondusif di wilayah hukum Polda Metro Jaya.

Melalui jumpa pers ini, Polda Metro Jaya akan disampaikan informasi kepada masyarakat melalui media massa cetak, televisi, online dan radio mengenai situasi kamtibmas maupun hasil kinerja Polda Metro Jaya sepanjang tahun 2019.

“Sebelumnya izinkan saya atas nama pribadi dan pimpinan Polda Metro Jaya mengucapkan selamat hari raya Natal 2019 kepada umat Kristiani yang merayakannya, semoga Tuhan Yang Maha Esa senantiasa memberikan rahmat dan petunjuk-Nya kepada kita dalam melanjutkan tugas dan pengabdian kepada masyarakat, bangsa dan negara,” Ungkap Kapolda Metro Jaya, Komjen Pol. Dr. Gatot Eddy Pramono, M.Si dalam pengantar acara Jumpa Pers Akhir Tahun 2019 yang digelar pada Jumat, 27 Desember 2019 di Gedung Balai Pertemuan Polda Metro Jaya, Jakarta.

Pada jumpa pers ini akan dipaparkan beberapa hal pokok yaitu:

1. SITUASI KAMTIBMAS SELAMA TAHUN 2019 DIBANDINGKAN TAHUN 2018.

Selama tahun 2019 situasi kamtibmas di wilayah hukum Polda Metro Jaya secara umum dapat saya katakan “aman terkendali”, berbagai permasalahan yang timbul di masyarakat dapat dikelola dengan baik oleh jajaran Polda Metro Jaya. Begitu juga kinerja jajaran Polda Metro Jaya menunjukkan peningkatan, beberapa kasus menonjol dalam waktu singkat dapat diungkap. Dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, Polda Metro Jaya terus memperbaiki sistem pelayanan menuju penyelenggaraan negara yang lebih baik (good governance). Situasi yang aman kondusif tersebut memberikan dampak fisik dan psikis rasa aman masyarakat serta mendorong iklim investasi di tingkat lokal maupun nasional.

2. KASUS-KASUS MENONJOL.

DKI Jakarta sebagai ibukota negara dan juga sebagai kota metropolitan tidak terlepas dari kejahatan dalam kategori trans nasional crime, seperti penyelundupan obat-obatan illegal (narkoba), terorisme, kejahatan melalui internet (cyber crime), perampokan, kejahatan ekonomi internasional (internationa| economic crime), penyelundupan senjata api (arms smugiing), pencucian uang (money laundry), kejahatan perdagangan wanita, dan anak.

Pada tahun 2019 tercatat beberapa kejahatan konvensional berskala kecil namun sangat meresahkan masyarakat seperti kejahatan jalanan (street crime) premanisme, perjudian, narkotika, pembunuhan, dan penyiraman air keras, yang berhasil diungkap. Jika dibandingkan dengan tahun 2018, kasus-kasus menonjol tersebut mengalami penurunan.

3. PENGAMANAN PESTA DEMOKRASI.

Pada 2019, kinerja aparat kepolisian dan TNI tercurah pada pelaksanaan pesta demokrasi untuk memilih anggota Legislatif dan Presiden serta Wakil Presiden. Situasi ini berpengaruh kepada kinerja Polda Metro Jaya terutama dalam penegakan hukum yang berkaitan dengan kegiatan berpolitik masyarakat seperti aksi unjuk rasa, tindak pidana hate speech (ujaran kebencian), pencemaran nama baik, pelanggaran undang-undang informas’ dan transaksi elektronik (UU ITE) serta, penyebaran berita hoax.

Aksi unjuk rasa yang berujung pada tindakan anarkhis terjadi pada pasca pemungutan suara Pilpres/wapres pada 21, 23 Mei 2019 dan menjelang pelantikan Presiden dan Wakil Presiden pada 23, 30 September 2019 yang menimbulkan korban luka-luka dan kerugian materiil.

Pada 21, 23 Mei, tercatat korban luka sebanyak 477 orang, terdiri dar’ 234 orang anggota Polri dan 243 orang warga sipil. Serta menimbulkan kerugian materiil berupa kerusakan Bangunan Mess Petamburan, Pospol Petamburan, Pospol Sabang, Pos Lantas Sarinah, Pos Lantas Slipi, Pos Lantas Cut Meutia dan 3 Ruko di Petamburan serta 15 mobil, 2 sepeda motor dibakar, 18 mobil dirusak, 4 bus Brimob dirusak, 2 truk Brimob dirusak, 1 Jeep Rubicon dan 1 Toyota Rush Dinas Brimob dirusak. Dalam peristiwa tersebut, sebanyak 447 orang yang ditangkap dan ditetapkan status tersangka, 344 orang diantaranya ditahan dan 103 orang ditangguhkan penahanannya.

4. HARAPAN POLDA KEDEPAN.

“Berbagai terobosan sudah ditempuh oleh Pemerintah Daerah dan Kepolisian Polda Metro Jaya seperti penerapan aturan ganjil genap, peningkatan pelayanan dan kondisi kendaraan angkutan umum serta peningkatan sarana dan prasarana jalan. Namun hal itu belum maksimal, apalagi dibarengi dengan tingkat kesadaran masyarakat yang masih rendah,” ungkap Kapolda Metro Jaya, Komjen Pol. Dr. Gatot Eddy Pramono, M.Si

“Mencermati persoalan tersebut di atas, dalam menghadapi tantangan tugas kedepan, Polda Metro Jaya dituntut untuk lebih meningkatkan kesiapan dalam mendeteksi dan mengantisipasi setiap dinamika perkembangan situasi kamtibmas yang terjadi, serta mampu meningkatkan kinerjanya dalam rangka memberikan perlindungan, pengayoman dan pelayanan kepada masyarakat.” tambahnya.

Menghadapi tugas tersebut, Pimpinan Polda Metro Jaya menyampaikan harapan-harapan sebagai berikut:

1. Kepada seluruh elemen masyarakat untuk ikut berpartisipasi aktif dalam upaya mewujudkan situasi kamtibmas yang kondusif, aktif dalam kegiatan pengamanan secara swakarsa, terutama di lingkungan pemukiman dan lingkungan kerja masing-masing.

2. Mari kita tingkatkan kesadaran tertib dalam berlalu lintas, karena pembangunan sarana dan prasarana transportasi tidak akan berarti jika tingkat kesadaran masyarakat masih rendah.

3. Kepada Media Massa, mari kita kembangkan kontrol sosial yang positif

terhadap kinerja Polri khususnya Polda Metro Jaya. Sampaikanlah informasi, kritik, saran/masukan yang obyektif dan bertanggung jawab sebagai solusi alternatif pemecahan masalah yang dihadapi.

4. Kepada seluruh personel jajaran Polda Metro Jaya diperintahkan untuk:

a. Senantiasa meningkatkan kinerja dan kemampuan dalam pelaksanaan tugas, kembangkan terus kreatifitas dan inovasi-inovasi untuk menuju SDM yang unggul dalam menyongsong era Revolusi Industri 4.0;

b. Selektif dalam melakukan aktifitas di media sosial (medsos), agar menghindari aktifitas yang mengumbar gaya hidup mewah (hedonisme) mengingat dampak dari medsos sangat berpengaruh/ berdampak pada diri sendiri dan bagi organisasi Polri. Bijak dalam bermedsos tersebut tidak hanya dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan masyarakat tetapi juga dalam organisasi/institusi dalam melaksanakan tugas pelayanan dan/atau pengamanan;

c. Terapkan pola hidup sederhana dengan tidak bergaya hidup mewah atau menunjukkan hedonisme dalam kehidupan sehari-hari, termasuk juga bagi Bhayangkari dan keluarga besar Polri.

“Sebelum mengakhiri acara Jumpa Pers Akhir Tahun 2019 ini perkenankanlah saya atas nama Pimpinan Polda Metro Jaya mengucapkan terima kasih dan penghargaan setinggi-tinginya kepada seluruh anggota Polda Metro Jaya yang memiliki dedikasi tinggi dan kepada masyarakat yang ikut berpatisipasi aktif membantu tugas-tugas kepolisian,” Tutup Kapolda dalam kesempatan Jumpa Pers Akhir Tahun 2019.

“Pada kesempatan ini juga, saya sampaikan permohonan maaf apabila terdapat kekhilafan, kesalahan, kekurangan dan keterbatasan kami dalam mengemban amanah rakyat, bangsa dan negara. Semoga Tuhan Yang Maha Kuasa senantiasa memberikan rahmat, hidayah serta petunjuk-Nya kepada kita sekalian dalam melanjutkan pengabdian kepada masyarakat, bangsa dan negara.” imbuhnya. ( Tarno & Sri )

CATEGORIES
TAGS
Share This